SuaraJabar.Com | Info Jabar di Jari Anda

MUI: Syiah Bukan Aliran Sesat

Jakarta (SuaraJabar.Com) - Majelis Ulama Indonesia (MUI) tak pernah memberi fatwa ajaran Syiah adalah sesat. MUI bahkan menyayangkan peristiwa pembakaran pondok pesantren Syiah di Sampang, Madura, Jawa Timur.

 


"Saya katakan, MUI berprinsip pertama, Mazhab Syiah tidak sesat. Karena ada yang mengatakan Syiah sesat. kedua, mazhab Ahli As-sunnah wal Jamaah (Suni) dan Syiah adalah mazhab besar dalam dunia Islam. Bahkan, dalam pertemuan internasional yang dihadiri ulama Suni juga dihadiri ulama Syiah," kata Ketua MUI Umar Shihab di Jakarta, Ahad (1/1)

Karena itu, Umar menghimbau umat Islam tidak terpecah belah dan menjaga ukhuwah Islamiyah, serta tidak melakukan tindak kekerasan terhadap golongan berbeda.

Ketika dalam sesi tanya jawab, Komhukum.com bertanya mengenai pernyataan ketua MUI Sampang dan Ketua MUI Jawa Timur yang mengatakan Syiah di Sampang adalah ajaran Sesat, Ketua MUI Umar Shihab tak sependapat dengan MUI Jawa Timur yang menyebut aliran Syiah sesat.

Umar menegaskan bahwa MUI tidak pernah mengeluarkan fatwa bahwa ajaran Syiah sebagai aliran sesat. Mengenai insiden pembakaran pesantren Syiah di Sampang, Madura beberapa waktu lalu, Umar berpendapat insiden hanyalah ditumpangi pihak-pihak yang ingin mengadu domba umat Islam dengan kedok ajaran Syiah yang dituding sesat.

"MUI tidak pernah menyatakan bahwa Syiah itu sesat. Syiah dianggap salah satu mazhab yang benar sama halnya dengan ahli sunnah wal jama'ah ialah mazhab yang benar dan mazhab dua tersebut sudah ada sejak awal Islam," ungkapnya.

Kendati pun ada perbedaan pandangan, kata dia, Islam juga tidak pernah menghalalkan kekerasan, apalagi perusakan tempat ibadah dan majelis taklim seperti terjadi di Sampang. "Kita menginginkan ukhuwah islamiyah dan jangan antara kita saling menyesatkan. Mungkin adanya (insiden pembakaran, red) karena adanya provokator yang menyatakan bahwa ajaran syiah itu sesat," ujarnya.

Ajaran Syiah, tegas dia, sudah diakui di dunia islam sebagai mazhab yang benar sampai saat ini. "Karena itu jangan kita membuat peryataan yang bisa mengeluapkan gejolak di tengah-tengah masyarakat kita dan bisa menyebabkan korban, korban harta dan lain-lain," tutupnya.

Sebelumnya, Ketua MUI Jatim KH Abdussomad Bukhori meminta masyarakat mewaspadai aliran Syiah agar tidak berkembang di Indonesia, khususnya di Jawa Timur. Menurut Bukhori, kelompok ini boleh diakui eksistensinya namun jangan diberikan fasilitas untuk berkembang.

Alasan Bukhori, mayoritas umat Islam Indonesia menganut ajaran Suni. Jika Syiah berkembang dikhawatirkan akan memperbesar peluang ketegangan antara Suni dan Syiah seperti di Irak dan Iran. Sementara itu Ketua MUI KH Bukhori maksum Sampang dengan tegas menyatakan aliran syiah yang ada di Dusun Nangkernang Desa Karang gayam Kecamatan Omben Kabupaten Sampang sebagai ajaran sesat (oke/sj)

MUI: Syiah Bukan Aliran Sesat
Newer:
Copyright © 2011 SuaraJabar.Com | Info Jabar di Jari Anda | All Right Reserved.
Deezan Corporate